Minggu, 21 Oktober 2012

(Cerpen) Bulu angsa untuk Istriku


Husain masih saja menggenggam ponsel butut yang telah luntur angka-angka pada keypad-nya, tergerus jari miliknya selama bertahun-tahun, diikat karet gelang mirip bungkus nasi atau pada rambut wanita tua tak memiliki ikat rambut sehingga menggunakan karet gelang. Ponsel itu sudah mati total, itu adalah pemberian orang tua-nya pada masa awal kuliah. Waktu tak dapat ditahan malam kian larut juga pikirannya membayangkan esok hari kembali memutuskan suatu perkara hukum karena profesinya sebagai hakim, di desa yang sejuk dan dulu ia hirupi udaranya. Kembali ia teringat sahabat karibnya di desa ini, desa Wonobakti yang pernah ditinggalkannya. Beranjak pasti lamunan Husain berlari menembus sekat ruang dan waktu menuju suatu masa kala SMA. Kala itu Roni bersiap membuka bendera yang telah diikat ujung-ujungnya dalam sebuah upacara HUT kemerdekaan dikhususkan bagi siswa baru peserta MOS, sebenarnya ini tak lebih dari simulasi upacara karena upacara sesungguhnya akan ditangani siswa kelas sebelas, namun panitia MOS mampu menyetingnya menjadi upacara serius. Diadakan di lapangan botak berpasir serta debu yang berterbangan jika tersapu angin kencang berlokasi tepat dibelakang sekolah. Roni mengapit kedua ujung bendera sangat hati-hati mengingat segala instruksi yang diberikan pada saat latihan, dan sekejap saja berhasil membentangkan bendera dalam posisi terbalik, serta merta seisi lapangan peserta upacara tertawa, tak ayal ini membuat Roni dan dua orang temannya sebagai pengibar kebingungan karena tak pernah mendapat sebuah rumus baku dari pelatih jika keadaan semacam ini terjadi, dengan wajah memerah karena malu ketiganya berusaha memperbaiki bendera Polandia –mungkin trio ini penggemar berat Lewandowski penyerang asal Polandia-  yang sempat terbentang agar menjadi bendera Indonesia seutuhnya. Sementara Husain di belakang mereka, menjadi komando pasukan tertawa di shaf paling ujung murid-murid kelas sepuluh. Berhembus kabar di kalangan anggota Paskibra baru ini bahwa Husain lah si konduktor tawa serta memprovokasi yang lain mengeluarkan ejekan saat tragedi yang menjadi sejarah bagi trio pengibar bendera upacara ini. Kabar ini sontak membuat Roni dan kedua rekannya mencari Husain pada jam istirahat. Lokasi pertama adalah kamar mandi –entah apa yang dipikirkan trio kwek-kwek gadungan ini memilih kamar mandi sebagai tempat pencarian pertama. Aneh- namun yang mereka temukan hanya ruang kotor tak terurus menjijikan, kamar mandi tanpa air, bau menyengat juga tanpa  penerangan, bereternet bolong. Hanya itu yang mereka temui, sungguh tak layak disebut kamar mandi bahkan kandang monyet sekalipun. Kenyataannya dibeberapa sekolah masih ditemukan hal seperti ini. Beralih tempat kedua. Kemudian kantin sekolah mereka datangi, nampak hidangan serba terbuka hingga lalat ikut menyantap gratis jajanan yang dipajang di meja dekat si penjaga yang murah hati bahkan kepada lalat sekalipun. Kembali mereka tak menemukan Husain. " dimana Husain? " tanya Roni bak jagoan neon kepada teman satu kelas Husain, " Tau!! " jawab singkat lawan bicaranya. Akhirnya mereka putuskan untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan misi, coba menikmati batagor yang telah dijilati lalat-lalat hijau, dikotori kotoran lalat tepatnya. Waktu semakin sempit beberapa murid telah kembali ke kelasnya, dalam perjalanan mereka menemukan Husain di lorong sekolah, tanpa banyak tanya Jamal menarik Husain ke sebuah kelas agar tak diketahui Guru, bahwa prosesi introgasi serta penyiksaan akan mereka lakukan. Sial tak dapat ditolak, justru kelas yang rencananya menjadi saksi bisu tindakan mereka bertiga adalah kelas Husain, awalnya kelas hanya terdiam tapi tiba-tiba menjadi menyeramkan, wajah-wajah tak bersahabat seperti zombie hendak memakan trio dara, ketika tahu temannya mendapatkan perlakuan kasar, bukannya Husain yang tertekan malah anggota Paskibra yang tempramen ini menjadi bulan-bulanan kelas Husain.
***
Ramadhan, pesantren kilat digelar maka untuk mengatur siswa agar lebih mudah terkontrol dibuatlah kelompok kelompok kecil. Roni dan Husain dijodohkan dalam satu kelompok beserta 8 orang siswa yang lain. Hampir sepekan mengikuti acara ini akhirnya kondisi mencair, Husain membuka sapaannya dan dari sanalah kedekatan meraka dimulai, hingga mereka bersahabat. Pernah Husain ditunjuk sebagai imam kelompok ini karena lebih pandai ilmu agamanya ketimbang yang lain, saat inilah yang tepat bagi Roni membalaskan dendamnya. Takbir diucapkan keras Husain mengawali shalat Dzuhur -hanya maghrib, isya, tarawih dan shubuh yang dilakukan berjamaah satu sekolah, sisanya perkelompok- terakhir ucapan Salam mengakhiri shalat, Husain bingung bukan kepalang tatapannya tajam melihat seisi ruangan yang kosong tak bertuan, " kemana makmum yang kupimpin? " guman Husain dalam hati. Buahahaa.. Tawa keras kelompoknya mengisi ruang dimana Husain duduk sendiri, diawali Roni keluar dari pintu diikuti yang lain masuk satu persatu, " untuk apa aku niat menjadi imam? Untuk apa aku memberi tanda dengan suara keras jika tak ada makmum? " dalam hati Husain menahan kesal. Beruntung Husain mampu mengendalikan emosinya karena masih berpuasa, sama ketika ia tak dibangunkan sahur tepat waktu, ditinggalkan sendiri, sementara yang lain berkumpul di aula, dia harus berlari dan makan pada waktu imsak. Siangnya Roni mengakui bahwa dialah yang memerintahkan tak membangunkan Husain, " Sein kalau bulan puasa harus jujur ya? " Husain mengangguk pada Roni " terus gak boleh marah kan? " " iya emang kenapa sih? " Husain menimpali pertanyaan Roni " tadi pagi aku yang nyuruh anak-anak tidak membangunkanmu haahaaha " jelas Roni singkat " wedus kowe Ron " jawab Husain " tapi masih bisa sahur kan! " haahaha.. Keduanya tertawa.
***
Tak beruntung bagi Roni, ia tidak dapat meneruskan sekolahnya yang tinggal satu tahun karena biaya, sekalipun untuk pendidikan masih banyak masyarakat dalam kemiskinan yang tak bisa menyekolahkan anak-anaknya. Orang tua Roni tinggal ibunya yang berprofesi sebagai penjual bubur sumsum -penganan dari tepung beras- selalu sakit-sakitan, kondisinya semakin memburuk karena tak mampu berobat. Di Indonesia orang miskin tak boleh sakit. Selang satu tahun ibu Roni wafat. Husain datang dipemakaman beserta teman-temannya yang lain, kemudian menghiburnya sekaligus akan berpamitan karena Husain akan kuliah di Jakarta. " Ron, sabar yak, ibumu pasti akan masuk surga, kamu yang tabah ya Ron " Roni tak mampu menahan tangisnya, nafasnya yang berat ia lepaskan sembari memeluk sahabatnya Husain. Begitu juga Husain tak bisa bersandiwara betapa sedih melihat nasib sahabatnya yang amat menyedihkan.  " aku belum menyenangkan ibuku Sein, aku tak sempat, aku masih menyusahkannya Sein, aku takut Sein.. aku sendirian sekarang, aku kangen Sein " Roni berbicara dalam tangis yang menjadi-jadi " iya Ron, sabar Ron, menangislah Ron" Husain menenangkan sahabatnya menguatkan rangkulannya, memberi tanda bahwa ia tak sendiri, walau tak lama lagi ia akan mengucapkan salam perpisahan yang harus ia tunda melihat kondisi Roni. " setelah ini kamu tinggal dimana Ron? "  " aku akan tinggal di rumah pamanku, Sein" Roni menjawabnya.
***
Pada tahlil bertepatan tujuh hari mendiang ibunya, Husain tak lagi terlihat, ia hanya meninggalkan surat yang titipkan untuk diserahkan pada Roni bahwa : ia tak mampu berbicara jika akan meninggalkan Roni sendiri, untuk kuliah di Jakarta. "Ron sahabatku, maafkan temanmu tak dapat hadiri tahlilan ibumu, aku tak akan sanggup berbicara langsung kepadamu, namun setelah urusanku di Jakarta selesai aku akan kembali lagi. Sahabatmu dan menyayangimu -Husain-" Dan setelah membacanya Roni memakluminya. Seraya berdoa kepada langit agar sahabatnya diberikan keberhasilan di Jakarta
***
Sembilan tahun lebih berlalu. Roni kini berkeluarga, memiliki seorang anak dan istri yang setia dalam kepahitan dunia. Genap 4 tahun usia anaknya, genap pula kondisi memprihatinkan dari kesehatan sang anak. Kekurangan gizi hingga penyakit yang diderita. Jangan coba tanya berobat, kadang keluarga ini harus berpuasa karena tak mampu membeli makanan, di rumah milik ibunya yang Roni tempati kembali, setidaknya dapat sedikit menolong pengeluaran biaya hidup. Walau kondisinya sangat kumuh tak layak huni. Entah apa yang terbesit di pikiran Roni. Malam itu ia melihat wajah istri tercintanya pucat sembari memegangi perut. Roni tahu, belahan jiwanya menahan lapar. Tanpa piker panjang ia nekat mencuri angsa milik juragan desa bernama Darno. Darno ialah lintah darat juga tengkulak yang membeli murah hasil panen petani, atau mendapatkannya cuma-cuma karena hutang si petani bahkan sekedar menutup bunga hutangnya saja. Roni gelap mata ia mengendap ke belakang kebun untuk mendekati kandang angsa si Darno yang berupa pagar, setelah berhasil masuk Roni segera menangkap satu ekor angsa. Celaka kepala angsa ini sulit digenggam untuk dibungkam karena mengeluarkan suara berisik yang bias saja membangunkan empunya rumah. Dia segera berlari namun belum sempat keluar kandang, Darno yang hendak keluar rumah meneriakinya dan kebetulan beberapa hansip yang sedang berkeliling melintas, kontan Roni melempar angsa itu, namun ia tak dapat menandingi lari hansip dan warga yang seperti anjing liar mengejar buruannya. Roni berhasil dibekuk dihajar habis-habisan digelandang ke kantor RT setempat. Perilaku main hakim sendiri masyarakat Indonesia ini tidak hanya karena alasan buta hukum namun karena kearoganan segelintir warga yang sok jago dan sok kuat, tapi dungu, sehingga beranggapan bahwa merekalah hakim sejati. Tidak perlu tahu penyebab atau faktor apapun. Sungguh membuat muak dan memalukan. barbar sadis.  Setelah hampir merasakan kematiannya akan datang karena tak henti-hentinya warga memukulinya barulah polisi datang segera mengamankan dan membawa ke polsek untuk ditindaklanjuti. Malang tak dapat ditolak Darno menuntut proses litigasi sebagai lanjutan kasus ini.
***
Dalam acara persidangan hakim telah memutuskan bahwa Roni bersalah, ada beberapa hal yang meringankan Roni sehingga tidak perlu menghabiskan 5 tahun dalam sel. Roni terjerat pasal 362 pelaku diancam hukuman 5 tahun atau denda sembilan ratus ribu rupiah. Cukup 4 tahun saja bagi Roni. Semua telah dibacakan, ditimbang, dan diputuskan. Terakhir menunggu hakim Husain sahabat masa remajanya sewaktu SMA mengetukkan palu. Begitulah hukum di negeri siluman ini, hukum diciptakan untuk melindungi kepentingan orang-orang kaya, dan pejabat korup. Tajam kebawah namun tumpul lembut keatas.
***
Selama dalam masa tahanan Husain mengurus anak Roni dan mempekerjakan istrinya Roni untuk membantu istrinya melakukan pekerjaan rumah tangga.


fahmibellamy 20121021

Selasa, 02 Oktober 2012

Energi Ekonomi Dunia I


Dunia diambang kematian, kehabisan tenaganya yang dihisap menguap terbuang percuma tak berguna. Manusia dalam krisis kemanusiaan, perang, kelaparan, kospirasi kelas tinggi menggulingkan pemerintahan yang berkuasa untuk memperebutkan sisa tenaga dari bumi yang sekarat.

Timur tengah menjadi neraka yang nyata, sebuah kawasan penuh konflik, saling membunuh sesamanya tanpa tahu kenapa, hanya mempertahankan diri menjadi alasan utama satu kelompok menyerang menyiksa membunuh kelompok yang lain atau mati ditangan musuh-musuhnya. Disini ladang emas disinilah semua akar permasalahan dunia, padang pasir gersang yang diperebutkan karena punya sumber minyak besar.

Eropa terjebak krisis ekonomi yang mengkhawatirkan, demonstrasi dimana-mana khususnya di yunani, beberapa negara eropa mulai mengalami dampak tersebut sebuah efek domino yang langsung mengenai  Portugal dan Irlandia, disusul itali spanyol dan francis, 25 juta orang dari 27 negara menjadi pengangguran, para elite politik negara-negara eropa kehilangan momentum untuk bersama-sama keluar dari krisis hutang pemerintah yang berlangsung tiga tahun kata Presiden Uni Eropa Herman van Rompuy, bahkan German tidak dapat banyak membantu kecuali dengan kebijakan keras pemerintah tersebut agar yunani diselamatkan dari krisis ekonomi, Mahkamah Konstitusi Federal mengeluarkan putusan bahwa Jerman dapat meratifikasi Mekanisme Stabilitas Eropa bernilai 644 milyar dolar asal memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat itu antara lain mencakup pagu 244 milyar dolar kontribusi Jerman, yang hanya dapat dinaikkan dengan persetujuan parlemen(red VOA). kenapa German sangat berusaha membantu? Selain memiliki perekonomian terbesar di eropa juga karena “kreditur terbesar Yunani adalah Deutsche Bundesbank. Sedangkan Bank Sentral Jerman ini juga memiliki piutang besar di Spanyol, Portugal, Italia, dan Irlandia. Bukan European Central Bank atau Bank Sentral Eropa seperti yang disebutkan para analisis dalam negeri. Jika yunani tak dapat melunasi hutangnya bukan tidak mungkin Deutsche Bundesbank akan mengalami kebangkrutan dan tentu saja ini akan menempatkan German dalam posisi yang lebih sulit, harus menalangi dengan anggaran Negara dan membayar hutang di Negara lain, bail-out yang mereka lakukan adalah untuk menyelamatkan diri mereka sendiri (Red. bastanul.siregar@bisnis.co.id)”. Ketua Partai Syriza, Alexis Tsipras, dalam wawancara dengan BBC menuduh Kanselir Jerman, Angela Merkel 'bermain kartu' dengan kehidupan warga Eropa, selain itu Alexis masih berharap agar mereka tetap tergabung di Negara-negara pengguna Euro. Dunia perbankan di benua biru memasuki masa paling buruk dan masuk dalam tingkat terendah, apakah ada konpirasi agar terkonsentrasi dalam satu bank kelas tinggi? Europian Central Bank ECB. Yang pasti sentimen buruk telah tercipta di eropa. Industri raksasa di eropa tidak dapat bergerak dengan sendirinya, pabrik-pabrik produsen membutuhkan Energi dan ketergantungan sumber daya energi kepada negara-negara timur tengah tak bisa diabaikan.

Amerika belum sembuh, mereka tetap berusaha keluar dari penyakit yang melemahkan ekonomi, penyakit yang mereka buat sendiri mengakibatkan banyak pengangguran di negara adidaya. Amerika menghabiskan banyak uang untuk Militer dampak dari perang yang mereka sebut untuk perdamaian dunia, mosi tidak percaya hampir terjadi namun cepat diredam, tidak berbeda dengan eropa perbankan amerika mengalami inflasi, perkreditan mereka jauh lebih buruk dari eropa, amerika harus mengobati diri mereka sendiri sebelum kembali memperebutkan sisa-sisa energi bumi, dan kembali menjaga kedamaian di negara saudara tuanya israel. 

Asia pasifik sangat bergantung kepada amerika dan eropa, perkembangan ekonomi terhenti, tidak maju tidak juga mundur namun ancaman surplus tetap terjadi di negara asia. Mengalihkan bidikan ke Negara-negara amerika latin dan karibia sebagai sasaran penjualan produk dirasa tidak cukup menggantikan Eropa dan Amerika.

Konspirasi ekonomi perbankan perkreditan militer semua menghabiskan banyak uang dan tujuannya hanya demi uang, siapakah yang mendanai konspirasi tersebut jika memang ada kelompok tertentu dengan sengaja menciptakan kekacauan dunia dan mencoba mencari keuntungan didalamnya, apa nama, apa misi dan tujuan organisasi itu? Atau ini hanya semata-mata kesalahan kolektif masyarakat dunia.