Pilkada gubernur 2012
Pilkada Gubernur Jakarta memang sudah berakhir dan mendapatkan seorang pemenang, Jokowi seorang walikota asal solo jawa tengah, bukan orang Jakarta tidak tinggal di Jakarta dan tidak banyak tahu soal Jakarta kecuali dari buku atau informasi dari media cetak dan elektronik. Berbeda dengan lawannya Fauzi bowo yang puluhan tahun hidup di dunia birokrasi khususnya daerah Jakarta, asli Jakarta tinggal di Jakarta tahu betul kondisi lapangan mencakup kondisi sosial, ekonomi, hukum, dan segudang problematika penduduk kota Jakarta, belum lagi sebelum menjabat sebagai Gubernur beliau menjabat wakil Gubernur di masa kepemimpinan Sutiyoso.
Kekalahan Foke kali ini menyisakan beberapa hal yang harus diketahui banyak orang, lalu apa saja penyebabnya? Mari kita soroti beberapa hal tersebut
Pilkada Gubernur Jakarta memang sudah berakhir dan mendapatkan seorang pemenang, Jokowi seorang walikota asal solo jawa tengah, bukan orang Jakarta tidak tinggal di Jakarta dan tidak banyak tahu soal Jakarta kecuali dari buku atau informasi dari media cetak dan elektronik. Berbeda dengan lawannya Fauzi bowo yang puluhan tahun hidup di dunia birokrasi khususnya daerah Jakarta, asli Jakarta tinggal di Jakarta tahu betul kondisi lapangan mencakup kondisi sosial, ekonomi, hukum, dan segudang problematika penduduk kota Jakarta, belum lagi sebelum menjabat sebagai Gubernur beliau menjabat wakil Gubernur di masa kepemimpinan Sutiyoso.
Kekalahan Foke kali ini menyisakan beberapa hal yang harus diketahui banyak orang, lalu apa saja penyebabnya? Mari kita soroti beberapa hal tersebut
- Pencitraan.
Foke kalah telak dalam pencitraannya selama pilkada kali ini, dan
sumbangsih dari media massa dinilai menjadi kado gratis bagi Joko
widodo. Tentunya ini tak lepas dari peran masyarakat yang secara langung
menggunakan hak pilihnya, "don't judge a book from the cover" 7 dari 10
orang yang berkata seperti ini berbohong atau tidak paham apa yang dikatakannya, penilaian selalu jatuh diawal tanpa mencari informasi siapa yang akan dipilihnya, apa masyarakat masih buta informasi? ataukah masih sulit mencari informasi mengenai sepak terjang seorang figur masyarakat.
Pembawaan Fauzi bowo yang sedikit arogan dalam berbicara, kurang bisa berkomunikasi secara
baik dengan warga dan pers, seharusnya beliau mengetahui bahwa kabar
yang diberitakan media setidaknya 50 persen dari yang menyaksikan berita
akan ditelan mentah-mentah oleh pemirsanya, Bukankah ini tidak sedikit?
Coba tengok sosok Jokowi, yang justru sangat low
profile "menjelata", berbeda dengan karakter foke yang kurang terbuka kepada pers,
kurang pendekatan dalam komunikasi kepada warganya, sekalipun turun
langsung mengunjungi korban musibah kebakaran justru dianggap masyarakat
hanya pencitraan dari foke. Akhirnya sosok Jokowi inilah yang diinginkan
masyarakat, mudah berbaur, sopan santun, mampu menyampaikan maksudnya
dengan cerdas dan jelas sehingga masyarakat paham maksud tersebut.
- Stigma kegagalan politik periode pertama, serta blunder kubu Foke
dinilai dosen komunikasi politik UIN jakarta Gun Heryanto (red.kompas.com 20 dan 21/09) sebagai penyebab utama.
Stigma gagal di periode pertama ini melekat hingga putaran kedua kemudian masyarakat menyimpan harapan kepada sosok Jokowi, diartikan masyarakat bahwa kekalahan pertama Foke berarti banyak orang yang mendukung Jokowi .
Blunder pasangan foke, semestinya dengan dukungan koalisi partai foke bisa memenangi putaran kedua ini, sayangnya blunder isu sara yang justru menurunkan kepopuleran pasangan ini, terlepas dari siapa yang memunculkan isu ini, dan ini dijadikan senjata pasangan Jokowi-Ahok dengan mengatakan "mayarakat sudah cerdas" apa ini tidak terdengar seperti sebuah wacana? yang dilempar terus menerus dibantu sekuat tenaga media massa, apakah anda akan marah jika dikatakan anda cerdas?. sikap legowo menanggapi isu SARA berhasil menarik simpati warga Jakarta.
Stigma gagal di periode pertama ini melekat hingga putaran kedua kemudian masyarakat menyimpan harapan kepada sosok Jokowi, diartikan masyarakat bahwa kekalahan pertama Foke berarti banyak orang yang mendukung Jokowi .
Blunder pasangan foke, semestinya dengan dukungan koalisi partai foke bisa memenangi putaran kedua ini, sayangnya blunder isu sara yang justru menurunkan kepopuleran pasangan ini, terlepas dari siapa yang memunculkan isu ini, dan ini dijadikan senjata pasangan Jokowi-Ahok dengan mengatakan "mayarakat sudah cerdas" apa ini tidak terdengar seperti sebuah wacana? yang dilempar terus menerus dibantu sekuat tenaga media massa, apakah anda akan marah jika dikatakan anda cerdas?. sikap legowo menanggapi isu SARA berhasil menarik simpati warga Jakarta.
Namun pemilihan telah berakhir, disini saya menghimbau agar kita sebagai warga Jakarta ikut serta kembali membangun Jakarta dan membantu pemimpin yang baru dalam menghadapi problematika kota ini. Bang ALI tidak tergantikan namun bukan mustahil jika Jokowi mampu menyamai prestasinya. Selamat bagi pasangan Jokowi Basuki, Jakarta makin Jaya (mudah-mudahan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar