Akhir-akhir ini tentu akan banyak sekali orang yang bertanya kepada saya, kepada anda siapakah calon presiden yang akan kita pilih? Semua saling menanyakan satu sama lain dan ini hal lumrah mengingat sebentar lagi pesta demokrasi pemilu pilpres 2014 akan dilaksanakan.
Dan sebelum hasil pileg keluar saya berharap nama seperti Mahfud MD atau Dahlan Iskan akan menjadi capres penerus kepemimpinan bangsa, diluar prediksi lobi koalisi ternyata nama keduanya tidak muncul, dan hanya ada dua kandidat yaitu Prabowo Hatta dan Jokowi JK. Pertanyaannya siapa yang akan saya pilih? setelah kesana kemari mencari informasi karena jujur saya buta tentang keduanya akhirnya saya bismillah, saya yakin dan putuskan untuk memilih Prabowo sebagai capres yang akan saya pilih sebagai Presiden RI lima tahun kedepan, dengan mempertimbangkan beberapa alasan antara lain seorang pemimpin harus punya kelebihan sesuai dengan tuntutan zaman.
Bapak Prabowo saya lihat beliau tipikal seorang penerobos, pendobrak dan cerdas, saya yakin rangkain gerbong bangsa ini yang berbeda-beda kulturnya bisa dibawa didorong atau ditarik maju menerobos kedepan menjadi bangsa yang diperhitungkan di dunia, apalagi dengan IQ beliau yang diatas rata-rata orang cerdas pasti memiliki perhitungan matang namun lebih cepat dan tepat. Memang mutlak keahlian pemimpin harus sesuai zaman, ingat ketika zaman sebelum merdeka kita perlu Bung Karno karena keberaniannya, mustahil bangsa merdeka jika dipimpin pemikir murni, lamaaa keburu dijajah lagi nantinya, begitu terus sesuai zamannya (panjang kalau saya tulis satu satu, saya bukan penulis). Sampai zaman Pak SBY ketika ekonomi dalam negeri dan global naik turun, rakyat perlu duit harga barang selangit hadir pemimpin yang hati-hati karena tak ingin senasib dengan Yunani, jebakan ekonomi disana sini, pelan tapi pasti kita mampu melewati dengan aman, tengok itu Thailand. Semua relatif sangat baik walau agak lambat namun coba sebutkan hal apa yang terjadi jika belum waktunya?.
Dan sekaranglah waktu bagi bangsa ini untuk berlari cepat, mau kapan lagi? Pemilu ini kuncinya, namun yang saya sayangkan pemilu kali ini menjadi pesta black campaign sampai muak sendiri saya melihat, yang paling panas tentu isu pelanggaran HAM, hal inipun sudah saya pertimbangkan namun bukan bermaksud membela hanya saja entah kenapa isu ini muncul sangat ngotot ketika Pak Prabowo tidak lagi berdampingan dengan koalisi lama? Cukup sampai situ saya tak ingin memperpanjang, kemudian juga sudah berulang kali isu itu dijawab dengan jelas, coba baca ini:
http://soedoetpandang.wordpress.com/2014/03/27/prabowo-kambing-hitam-1998/
http://soedoetpandang.wordpress.com/2014/03/27/prabowo-kambing-hitam-1998/
saya merasa itu bagian dari sejarah masa lalu, toh kita hidup untuk masa depan lagipula cerita buruk masa lalu itu juga sudah jelas duduk masalahnya, sekarang muncul surat DKP yang menurut saya hanya surat formalitas biasa karena surat yang resmi / khusus itu diberikan dan ditandatangi presiden Habibie yang jelas isinya pak Prabowo diberhentikan secara hormat dengan hak pensiun, tiap bulan juga terima. Kembali lagi kepada manusianya menyikapi isu ini, karena walaupun kebenaran sudah terang benderang telanjang bulat jika pikiran sudah benci dan dendam maka darah seluas samudra belum cukup menghilangkan haus kebencian, buta mata batinnya jadi gelap hatinya. Andaikata pak Prabowo bersalah bukankah sudah diproses, beliau maju bertanggung jawab, pak Prabowo berani jujur mengatakan benar anak buah beliau yang menculik sembilan orang sesuai perintah atasan dan semua dikembalikan hidup-hidup, karena terikat sumpah prajurit Prabowo diam tak membongkar kelakuan atasannya kala itu, artinya Prabowo bertanggung jawab, jujur dan amanah menjaga sumpah. Baiklah orang-orang tetap terjebak dalam sebuah kata yaitu Reputasi, reputasi buruk yang mana? Bukannya sudah jelas semua! Oke saya anggap Prabowo bersalah tapi ingat beliau sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada semua korban dan keluarga korban, kita punya agama kita punya Tuhan yang mengajarkan manusia untuk memaafkan apalagi sudah bertanggung jawab. Saya rasa isu itu cuma isu lama yang sengaja ditiup diberi bahan bakar pertamax +++ (plusnya 3 krn ada 3 jendral disana hahaa.. Piss bro) tujuannya supaya pak Prabowo terjegal, yang jadi masalah sekarang ialah bangsa ini & di zaman ini perlu orang seperti pak Prabowo, bukan berati jagoan kubu sana jelek disana juga bagus dan mereka orang-orang yang hebat juga, akan tetapi belum waktunya saja (tuh kubu Prabowo mah orangnya woles woles, Capresnya juga woles bro, gak ada budaya tradisi menjatuhkan kok, main panjat pinang aja ngajarin saling mengangkat membantu, disini mah aman pokoknya haaha..) ;)
Memang selain dari hasil cari -cari info tanya-tanya orang ada juga yang menguatkan pilihan saya ketika KH.Abdurrahman Wahid (Gusdur) berkata yang paling cocok jadi presiden itu Prabowo karena paling ikhlas, dan itu terucap mengalir begitu saja dengan ikhlas, selain itu pasangan ini sangat bagus menyampaikan visi misinya, singkat jelas padat, fokus pada tema tidak habiskan waktu untuk menunjukan kekurangan lawan, dalam beberapa kesempatan menepis isu juga tidak frontal akhir-akhir ini malah sangat tenang dengan tidak menanggapi langsung isu negative yang tertuju pada mereka, sehingga tidak ikut memanaskan kondisi saat ini, masyarakat pun bisa ikut merasa tenang. Begitulah jawaban saya, Saya hanya menulis pendapat saya saja tanpa bermaksud mempengaruhi pilihan teman-teman memilih siapapun. Lagi pula ini pemilihan presiden jangan sekali-kali disamakan dengan milih calon pendamping soalnya buat seumur hidup hahaa.. Atau disamakan seperti milih agama wahhh udah gila namanya (terutama / khususnya buat teman-teman dekat saya, saya peringatkan jangan jd fanatik membabi buta atau menyamakan ini seperti memilih agama, jangan konyol lu tanpa sadar lama2 mengkultuskan manusia bisa musyrik lu bro, awas jangan ikut2an jadi orang bego hahaha..)
Mudah-mudahan pemilu 9 Juli 2014 berjalan lancar dan aman, siapapun yang menang harus kita dukung, yang kalah harus fair menerima jangan marah-marah, apalagi ngancam-ngancam itu soalnya saya ada baca seperti itu, mengerikan kalau terjadi. Fair play junjung tinggi dan selamat memilih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar